Connect with us

Berita

Berkunjung ke Kawasan Keraton Yogyakarta, ada 7 Peraturan yang Harus Ditaati

Published

on

Jumat, 20 Desember 2019

YOGYA, jarrakposyogjakarta.com – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini terletak di pusat kota, jika berlibur ke Yogyakarta tak lengkap rasanya bila belum ke Keraton Yogyakarta. 

Di kawasan Keraton Yogyakarta terdapat empat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, terdiri dari Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik.

Jika belum pernah ke Keraton, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi wisatawan.

Berikut peraturan di Keraton Yogyakarta yang harus dipatuhi wisatawan:

1. Berfoto dengan abdi dalem membelakangi Keraton

Peraturan ini sebenarnya tidak tertulis, namun ketika mencoba untuk berfoto dengan abdi dalem lalu membelakangi bangunan keraton, maka wisatawan akan diperingatkan olehnya.

Keraton adalah simbol Raja, tempat tersebut Raja dan keluarganya tinggal serta beberapa barang pusaka disimpan. Dianggap tidak sopan berfoto membelakangi keraton.

2. Selfie membelakangi Abdi Dalem

Berfoto selfie bersama abdi dalem boleh saja selama tidak membelakanginya. Hal ini juga berkaitan dengan ketidaksopanan.

Abdi dalem di Keraton Yogyakarta merupakan pegawai kerajaan yang terhormat, maka dari itu tidak boleh dibelakangi.

3. Menggunakan topi

Topi sebaiknya tidak perlu dibawa ketika berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Meski cuaca panas sekalipun, hindari memakai topi di sini, karena bisa dianggap tidak menghormati penghuni keraton.

Sementara itu, wisatawan bebas memakai kerudung ataupun peci karena merupakan perangkat ibadah.

4. Duduk sembarang tempat

Beberapa tempat area Keraton Yogyakarta, wisatawan dilarang duduk. Maka dari itu, sebaiknya kita mematuhinya.

Tak hanya peraturan dilarang duduk, peraturan dilarang melintas pun juga ada di beberapa wilayah tertentu dan sudah tertulis jelas.

5. Menyentuh koleksi museum dan alat lain di keraton tanpa izin

Sama hal dengan musium-musium umumnya. Keraton Yogyakarta juga tempat menyimpan barang-barang bersejarah. Koleksi yang tersimpan di dalamnya dilarang disentuh. Begitu pula dengan perabotan keraton. Hal ini untuk mengurangi kerusakan pada barang yang sudah berusia ratusan tahun dan rapuh. 

6. Membawa kereta bayi, koper, atau yang beroda

Wilayah Keraton berupa undakan tangga dan pasir. Terdapat aturan tidak tertulis, untuk tidak membawa barang-barang diatas. Jika wisatawan mencoba membawa barang-barang tersebut akan ditegur petugas Keraton. Untuk itu titiplah ke petugas jika terpaksa membawa kereta bayi, koper, atau benda beroda. 

7. Izin Berfoto

Membawa kamera ke dalam Keraton akan dikenakan biaya Rp 1.000, hal ini termasuk juga kamera handphone.

Semua wilayah Keraton boleh difoto kecuali Museum Batik. Museum ini memiliki peraturan tertulis yang melarang pengunjung berfoto. Hal ini dikarenakan banyaknya benda keramat milik kerajaan yang berada di sana.

Editor: Gunawan 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Update Corona Per 8 Juni: Kasus Positif 32.033, Sembuh 10.904, Meninggal 1.883

Published

on

By

Yogjakarta -JarrakposYogyakarta.com

Senin ( 8/6 ). Peningkatan angka kasus positif virus Corona(COVID-19) di Indonesia semakin bertambah namun kabar gembiranya angka kesembuhan juga terus mengalami peningkatan.

Masyaakat bisa mengakses langsung secara mandiri di situs covid19.go.id serta beritanya update disampaikan langsung oleh juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Total ada 32.033 kasus positif yang terkonfirmasi pada situs ini dengan rincian jumlah tersebut, 10.904 pasien yang dirawat dinyatakan sembuh dan 1.883 orang meninggal dunia. Data ini diperbarui setiap harinya dengan cut off data pukul 12.00 WIB.

Data hari minggu sebelumnya berdasar pantauan tercatat ada 31.186 kasus positif Corona di Indonesia, 10.498 orang sembuh, dan 1.851 meninggal dunia, rasio pasien sembuh jauh lebih besar daripada yang meninggal dunia.

Editor : RR
Pewarta : gugun

Continue Reading

Berita

Lima pelaku tawuran di amankan di polres metro jakarta barat

Published

on

By

Jakarta – jarrakposyogjakarta – Lima pelaku tawuran di Kampung Duri Cengkareng Jakarta Barat, berhasil diamankan Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat, pada Minggu Dini hari (07/06/2020).

Awalnya Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat dibawah pimpinan Briptu Helmy bersama anggotanya mendapatkan laporan dari masyarakat akan adanya tawuran.

“Dari laporan tersebut, tim langsung melaksanakan patroli,”ujar Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat Akbp Agus Rizal.

Kemudian tim berhasil mengamankan 5 orang remaja bersama barang bukti senjata tajam.

“Selanjutnya kita serahkan kelima pelaku tersebut ke Polsek Cengkareng Polres Jakarta Barat guna pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Agus menjelaskan kami akan terus melakukan patroli ke tempat tempat yang rawan akan tindakan kriminal

” Bagi masyarakat yang menemukan tindak kejahatan jangan ragu untuk melaporkan kepada pihak berwajib ” Ujarnya

Sementara Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menerima penyerahan lima pemuda yang diduga hendak akan melakukan tawuran

” Saat ini kelima pemuda tersebut sedang kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Tuturnya.

Sumber :

( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

Wartawan : Seno

Editor: RR

Continue Reading

Berita

LANGKAH AWAL MUSISI YOGYAKARTA UNTUK MENGADAKAN SILATURAHMI DI IMOGIRI YOGYA.

Published

on

By

LANGKAH AWAL MUSISI YOGYAKARTA UNTUK MENGADAKAN SILATURAHMI DI IMOGIRI YOGYA.

Yogyakarta – jarrakposyogyakarta.com – 5 Juni 2020 – Dampak dari pandemi COVID 19 yang sedang terjadi selama ini memang banyak sekali menimbulkan kerugian bagi penduduk dunia khususnya di Indonesia, sebagaimana yang dikatakan para musisi Yogyakarta yang baru saja selesai mengadakan acara silaturahmi sesama musisi Yogyakarta yang diadakan di Cafe Red Corner (IMOGIRI Yogyakarta).

Mereka menyatakan bahwa semenjak adanya peristiwa merebaknya wabah virus corona di dunia ini, para musisi di Yogyakarta jarang sekali melakukan kegiatan bermusik dan berkumpul bersama (silaturahmi) dengan sesama musisi Yogyakarta seperti sebelumnya.

Acara ajang silaturahmi ini merupakan suatu kerinduan tersendiri bagi para musisi Yogyakarta yang selama ini seperti terisolasi karena imbas dari COVID 19 yang sedang terjadi selama ini.

Para musisi yang hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah musisi penghubung antara Cafe,hotel dan restoran yang ada di sekitar wilayah daerah Istimewa Yogyakarta.

Bapak wisuda selaku pengelola acara tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk silaturahmi kami untuk kembali berinteraksi kepada sesama musisi di Yogyakarta agar tetap terjalin ikatan persaudaraan antara kami.

Beberapa musisi yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah BALAKOSA BAND, BRAMSTEVE, RAY NIMAS, WISNU WAHYU SANTOSA, PARLY GRA, DIDIT, PUTRI, TOMY, AYIK, TAMHIR, YUDHA dan IRWAN yang turut serta memeriahkan even tersebut.

Sumber : Elwa

JARRAKPOSDKI
AJENG

Editor : RR

Continue Reading

Trending