BeritaHukumNasional

Segudang Jabatan Direksi BUMN, Erick: Ini Tidak Sehat!

Jumat, 13 Desember 2019

JAKARTA, jarrakposyogjakarta.com  – Buntut skandal penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru Airbus A330-900 NEO milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membuka tabir sejumlah praktik tata kelola BUMN yang tidak sehat.

Selain menjadi direksi Garuda, kelima direksi yang dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, juga menduduki sederet jabatan komisaris di anak dan cucu usaha.

Kelima direksi yang sudah dipecat tersebut yakni Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar, dan Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah sudah mengeluarkan surat untuk memilih direksi sementara dalam 45 hari ke depan dan memberhentikan jabatan lima direksi Garuda sebelumnya di 6 perusahaan.

“Saya juga kaget dia (direksi Garuda yang dicopot) ada (komisaris) di 6 perusahaan. Mestinya kalau sudah jadi dirut maksimal 2 (perusahaan) dan itu pun nilai gaji di komisaris tidak boleh lebih besar dari gaji dirut atau mestinya 30% dari nilai dia dapatkan. Misalnya gaji Rp 50 juta di 2 komisaris, (dia dapat) Rp 15 juta gitu. Karena nanti lomba-lomba jadi komisaris,” tegas Erick di Jakarta, Jumat ini (13/12/2019).

“Misalnya di Pertamina ada 142 perusahaan, dan direksi jadi komisaris di 142 perusahaan kan enggak boleh,” tegas Erick.

Sebab itu, Menteri BUMN ini mengatakan Kementerian BUMN akan melakukan pengkajian ulang atau review soal aturan komisaris BUMN. “Karena itu sesuatu, menurut saya tidak sehat. Masa udah jadi dirut, jadi komisaris di banyak perusahaan,” katanya.

“Apalagi ada cucu Garuda yakni PT Garuda Tauberes Indonesia,” kata Erick.

Garuda Tauberes Indonesia adalah salah satu cucu usaha Garuda Indonesia yang bergerak di bisnis jasa logistik digital. Dirutnya kini dipimpin oleh Albert Burhan, mantan Dirut PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda.

Berikut eks direktur-direktur Garuda yang memiliki jabatan komisaris, yaitu:

Ari Askhara, Mantan Direktur Utama

1. Komisaris Utama PT GMF AeroAsia (anak)

2. Komisaris Utama PT Citilink Indonesia (anak)

3. Komisaris Utama PT Aerofood Indonesia (cucu)

4. Komisaris Utama PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu)

5. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu)

6. Komisaris Utama PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu)

Bambang Adisurya Angkasa, Mantan Direktur Operasi

1. Komisaris PT Gapura Angkasa (anak)

2. Komisaris Utama PT Sabre Travel Network Indonesia (anak)

3. Komisaris PT Aero Globe Indonesia (cucu)

4. Komisaris PT Aerotrans Service Indonesia (cucu)

Mohammad Iqbal, Mantan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha

1. Komisaris Utama PT Gapura Angkasa (anak)

2. Komisaris PT Aerojasa Perkasa (cucu)

3. Komisaris Aerojasa Cargo (cucu)

4. Komisaris PT Citra Lintas Angkasa (cicit)

5. Komisaris Garuda Tauberes Indonesia (cucu)

Iwan Joeniarto, Mantan Direktur Teknik dan Layanan

1. Komisaris Utama PT Aerosystem Indonesia (anak)

2. Komisaris PT Aero Wisata (anak)

3. Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu)

4. Komisaris PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu)

5. Komisaris Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu)

6. Komisaris PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu)

Heri Akhyar, Mantan Direktur Human Capital

1. Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu)

2. Komisaris Utama PT Aeroglobe Indonesia (cucu)

3. Komisaris Utama GIH Indonesia (cucu)

4. Komisaris PT GOH Korea (cucu)

5. Commissioner of Strategic Function PT GOH Jepang (cucu)

6. Komisaris PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu)

7. Komisaris PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu)

8. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu)

Sumber: cnbcindonesia.com

Editor: Gunawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close