Connect with us

Olahraga

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Published

on

Persija luncurkan jersey dan skuat

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 tahun akhirnya dituntaskan pada ajang pramusim tersebut.

Dan imbas dari sukses Macan Kemayoran itu tak lain adalah larisnya penjualan jersey dan sejumlah atribut khas skuat kebanggaan The Jakmania itu. Para penjual pun ketiban rezeki yang terbilang lumayan dalam momen tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

UNESCO Tetapkan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Published

on

By

Jumat, 13 Desember 2019

JAKARTA,  jarrakposyogjakarta.com – UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Pencak silat diketahui merupakan salah satu seni bela diri, tradisi khas Indonesia dari generasi ke generasi.

Seperti dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Indonesia di Bogota, Jumat (13/12/2019), pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang Ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.

Pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri dari tradisi lisan; seni pertunjukan, ritual dan festival; kerajinan tradisional; pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra mengatakan pencak silat bukan hanya sekadar bela diri tetapi menjadi jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan,” kata Surya.

Penetapan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda ini merupakan upaya bersama dari sejumlah pihak baik pemerintah pusat dan daerah serta berbagai komunitas dan perguruan silat di sejumlah provinsi di Indonesia. Upaya itu terdiri dari pengumpulan dan pengajuan data, workshop, hingga penyusunan dan negoisasi dokumen nominasi.

Saat ini terdapat komunitas, perguruan dan festival pencak silat di 52 negara di dunia. Menurut pembicaraan antara Menteri Olah Raga, Ernesto Lucena dan Duta Besar RI untuk Kolombia, Priyo Iswanto, forum ekshibisi akan dilakukan pada Februari 2020 untuk memperkenalkan pencak silat ke masyarakat Kolombia.

Dengan ditetapkannya pencak silat, Indonesia saat ini memiliki 11 warisan budaya tak benda UNESCO. Indonesia memiliki 9 situs warisan budaya dan alam, dan 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah itu merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN.

Sumber: detikcom 

Editor: Gunawan 

Continue Reading

Berita

Lionel Messi Raih Ballon d’Or 2019

Published

on

By

Selasa, 3 Desember 2019

Paris, jarrakposyogjakarta.com  – untuk keenam kalinya Lionel Messi menyabet penghargaan Ballon d’Or. Tahun 2019 bintang Barcelona ini kembali menyabet trofi Ballon d’Or.

Messi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2019 dalam seremoni yang digelar di Chatelet Theatre, Paris, Selasa (3/12/2019) dini hari WIB. Ia menerima trofi tersebut dari pemenang tahun lalu, Luka Modric.

Messi finis pertama di daftar peringkat Ballon d’Or 2019 di depan Virgil van Dijk yang ada di urutan kedua. Sementara Cristiano Ronaldo menempati posisi ketiga, disusul oleh Sadio Mane.

Di sepanjang musim 2018/2019, Messi mencetak 51 gol di semua kompetisi dan mengantar Barcelona menjuarai Liga Spanyol. Sementara musim ini, pemain berusia 32 tahun itu sudah bikin 11 gol di semua kompetisi.

Ini jadi keenam kalinya Messi memenangi Ballon d’Or. Sebelumnya, pesepakbola asal Argentina itu meraihnya pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.

Sumber: detikcom 

Editor: Gunawan 

Continue Reading

Berita

Cara Indonesia Lolos ke Semifinal Usai Kalah dari Vietnam

Published

on

By

Senin, 2 Desember 2019

JAKARTA, jarrakposyogjakarta.com – Indonesia kalah dari Vietnam dalam laga ketiga fase grup  SEA Games 2019. Berikut cara lolos Indonesia usai momen tersebut.

Kalah dari Vietnam membuat Indonesia terlempar ke posisi ketiga klasemen sementara grup B SEA Games 2019. Indonesia memiliki poin yang sama dengan Thailand namun kalah dalam hal selisih gol.
Indonesia wajib memenangkan dua laga tersisa untuk bisa mendapat poin maksimal, yaitu 12 poin. Dua laga yang tersisa, yaitu menghadapi Brunei Darussalam dan Laos di atas kertas bisa diamankan oleh skuat Indra Sjafri.

Namun permasalahan yang menanti Indonesia bukan hanya sekadar memastikan kemenangan. Babak grup SEA Games mengutamakan selisih gol sebagai syarat lolos bila ada dua tim yang memiliki nilai sama.

Karena itu, Indonesia bukan hanya sekadar wajib menang, melainkan juga menang dengan skor telak. Indonesia saat ini masih memiliki selisih gol +3, kalah jauh dari Thailand yang mengoleksi +8.

Indonesia kalah dari Vietnam. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)


Berikut cara lolos Indonesia usai kalah dari Vietnam:

1. Sebagai Runner up Grup

Dua laga tersisa Thailand adalah melawan Laos dan Vietnam. Laga lawan Laos bisa kembali dimanfaatkan oleh Thailand sebagai laga lumbung gol.

Thailand lalu menjalani laga hidup-mati lawan Vietnam. Situasi akan lebih mudah bagi Indonesia bila Vietnam menaklukkan Thailand. Bila hal itu terjadi, Indonesia cukup memenangkan dua laga tersisa tanpa syarat lain seperti harus pesta gol ke gawang lawan. Indonesia nantinya akan lolos sebagai runner up grup di bawah Vietnam

Vietnam sendiri menghadapi dua laga sulit di akhir. Selain Thailand, Singapura bisa jadi batu sandungan bagi Vietnam. Singapura punya permainan mumpuni meski di atas kertas masih ada satu kelas di bawah Vietnam.

Indonesia masih punya peluang bagus untuk lolos.Indonesia masih punya peluang bagus untuk lolos. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

2. Sebagai Juara Grup

Indonesia masih punya peluang untuk jadi juara grup jika kondisi di akhir grup memunculkan tiga tim dengan nilai sama. Bila Vietnam, Thailand, dan Indonesia sama-sama memiliki nilai 12, selisih gol akan berbicara.

Indonesia bisa jadi juara grup dengan situasi tersebut, tentunya dengan syarat punya selisih gol yang lebih baik dari Vietnam dan Thailand.

Namun hal ini bakal lebih berisiko dari segi hitung-hitungan gol karena saat ini Indonesia dalam kondisi tertinggal cukup jauh dalam hal selisih gol dibandingkan dua negara tersebut.

3. Situasi Kejutan

Vietnam saat ini diyakini jadi tim terkuat di grup B. Tetapi bila Vietnam secara mengejutkan kalah dari Singapura di partai keempat, hal itu akan memperbesar peluang Indonesia.

Syaratnya, tentu saja Indonesia harus menang lawan Brunei Darussalam di saat bersamaan. Bila Indonesia dan Thailand (lawan Laos) menang di saat Vietnam kalah dari Singapura, Indonesia punya posisi paling bagus jelang laga terakhir meski Vietnam dan Thailand juga mengoleksi poin yang sama (9).

Indonesia hanya akan menghadapi Laos di laga terakhir sedangkan Vietnam dan Thailand akan melangsungkan duel hidup-mati. (ptr/jal)

Diteruskan dari: cnnindonesia.com

Continue Reading

Trending